Tampilkan postingan dengan label kampanye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampanye. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Mei 2009

Kampanye Pemilihan Presiden dimulai 2 Juni

http://nababan.files.wordpress.com/2009/05/kampanye.jpg?w=300&h=200


Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali merubah jadwal masa kampanye menjadi 2 Juni-4 Juli 2009 mendatang. Padahal sebelumnya, KPU sempat menyebut akan memajukan masa kampanye 29 Mei-4 Juli 2009.

“Kampanye mulai 2 Juni- 4 Juli 2009. Deklarasi kampanye damai jam 9.00 di kantor KPU tanggal 2 Juni,” kata Anggota KPU, di sela Rapat Pleno di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (27/5).

Siang ini, KPU tengah menggelar rapat pleno tertutup untuk membahas revisi Peraturan KPU nomor 32 tahun 2009 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pilpres. Menurut Putu, KPU memutuskan untuk merevisi sejumlah jadwal, termasuk, pelaksanaan kampanye. “Saat ini sedang disinkronisasi. Sore ini sudah bisa diteken. Jadwal kan diubah, saya kira sore ini pak Ketua sudah bisa teken,” tutur Putu.

Masa kampanye akan dibagi menjadi dua, yakni tanggal 2 Juni-12 Juni kampanye akan berkonsentrasi untuk diluar jenis pengerahan massa. “Kampanye lewat Media massa, pemasangan billboard, pemasangan alat peraga, dan sebagainya,” ujar Putu.

Sedangkan untuk pengerahan massa akan digelar tanggal 13 Juni-4 Juli. Dalam massa ini, kata Putu, kampanye dilakukan dalam 3 bentuk. Yakni, rapat umum, pertemuan terbatas, dan tatap muka. “Itu sudah disepakati oleh parpol dan pasangan Calon,” ujarnya.

Sumber:

Wapadai Iklan Politik Pilpres 2009

Jelas sudah pasangan calon pasangan pemimpin Indonesia yang akan bertarung pada Pilpres 9 Juli mendatang. KPU akhirnya menetapkan 3 pasang capres (calon presiden) dan cawapres (calon wakil presiden) setelah masyarakat selama ini dibuat bertanya tentang siapa sebetulnya yang akan berpasangan pada pilpres mendatang. 3 pasangan ini pun lahir dari hasil pertunjukan politik yang tampak begitu menyita perhatian masyarakat dengan berbagai aksi para politisi dalam upaya menentukan pasangan capres dan cawapres ini.

Takdir sejarah yang akhirnya membawa 3 pasangan , yakni Susilo Bambang Yudhoyono-Budiono (SBY Berbudi Luhur), Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) dan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (Mega-Pro) harus maju mengadu peruntungan demi menggapai kursi R1 dan R2 di negeri ini. Pasca penetapan pasangan oleh KPU diikuti oleh deklarasai masing-masing pasangan dan pembentukan tim sukses pemenangan masing-masing pasangan maka langkah selanjutnya adalah memulai kerja keras untuk dapat mempengaruhi dan mengambil hati ratusan juta calon pemilih.

Masing-masing pasangan capres-cawapres pun mulai menyapa masyarakat lewat iklan politiknya baik melalui media cetak maupun elektronik demi untuk menggaet simpati calon pemilih. Melalui tim suksesnya masing-masing, para pasangan capres-cawapres dengan berbagai macam gaya dan bahasa mulai merangkai kata, mengelola fenomena dan mencipta asa seolah akan sangat mudahnya tercipta di depan mata. Di sini nampaklah jelas betapa bahasa iklan benar-benar digunakan layaknya mempromosikan produk makanan atau barang elektronik. Bahkan, etika periklanan yang melarang menjelekkan produk orang lain (walau secara tidak langsung) sudah mulai tampak dari iklan salah satu calon pasangan capres-cawapres.

Inilah realita sebuah iklan politik untuk pilpres saat ini. Seluruh isinya begitu mempesona, dan spektakuler. Janji-janji politik yang dilontarkannya pun tampak begitu meyakinkan, seolah seluruh program yang diajukan takkan gagal. Seperti layaknya iklan pada umumnya program mereka nyaris tampak cela dan hanya dihiasi oleh keindahan dan kesejahteraan masa depan. Seandainya saja mereka berkata bukan atas nama iklan, maka betapa bangganya kita memiliki calon-calon pemimpin masa depan yang tampak begitu perhatian terhadap kesejahteraan rakyat, keberpihakan pada rakyat kecil, pembangunan menyeluruh, mengentaskan kemiskinan dan penciptaan stabilitas keamanan.

Sekali lagi ini hanya sebuah iklan. Dan iklan memiliki misi untuk dapat mempengaruhi orang agar mau memilih produknya. Ketika sesuatu yang begitu urgen (penting) untuk sebuah kemashlahatan bangsa dikemas dalam bingkai sebuah iklan, maka kita harus betul-betul dapat menyikapinya secara bijak dan tepat. Kita tidak ingin sebuah janji politik hanya sekedar dijadikan sebagai gerbang meraih kekuasaan, yang setelah digapai janjipun hanya sekedar masa lalu politik. Dengan demikian, ketika kita menerima sebuah iklan politik (siapapun pasangannya) hendaknya tidak menelan bulat begitu saja, tapi lengkapilah dengan referensi lengkap mengenai semua yang berkaitan dengan calon pemimpin kita. Ini kita lakukan agar kita tidak menjadi korban iklan politik untuk kesekian kalinya. Wallahu A’lam.

Sumber: zainkalami.wordpress.com

Tim Sukses Pemilu Presiden Bergaya Fir'aun

Musim kampanye Pemilu Presiden telah membuat tim sukses masing-masing pasangan calon berlaku takabur. Dukungan terhadap calon menyebabkan mata, telinga dan hati mereka tertutup. Mereka buta, tuli dan bebal dari segala informasi dan kebenaran. Inilah satu hal yang sangat saya khawatirkan. Karena hatinya bebal, mata dan telinganya tertutup dan menghalangi kebenaran yang hakiki.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan terhadap TV swasta Rabu 27 Mei 2009, tim sukses Mega-Prabowo, Permadi mengeluarkan statement yang sangat congkak. Saking angkuhnya statement-nya, saya menilai dia adalah orang pandir dan tolol yang mencoba meyakini orang lain padahal tidak ada ilmunya sama sekali. “Presiden harus kaya, karena kalau presiden miskin pasti akan korupsi, ya… pasti korupsi”. Mendengar ucapan ini hati saya bergetar. Seolah menyaksikan Fir’aun yang menyombongkan diri dihadapan Nabi Musa AS. Siapa Permadi, hingga mengucapkan kata-kata sesombong itu?

Saya tidak hendak menjelekkan atau menghina individu tersebut. Permadi sama dengan kita, yaitu manusia biasa yang terbatas, sangat terbatas. Pengetahuannya sangat sempit, hartanya juga sedikit, kekuatan fisik juga makin lemah karena tua rentah. Pada dasarnya Permadi adalah manusia biasa sama dengan kita-kita. Apakah dia istimewa? Tidak juga. Mengapa dia melontarkan kata-kata yang sangat congkak, seolah dirinya Tuhan yang tahu persis keadaan yang akan datang? itulah manusia yang terbatas ilmunya alias bodoh. Sama dengan bunyi pepatah tong kosong berbunyi nyaring

Kalau sekiranya ucapan ini dilakukan dengan kesadaran penuh, saya berharap dia segera bertaubat dan memohon ampunan kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Tetapi kalau perkataan itu diucapkan dengan kesadaran penuh, maka biarlah Tuhan yang akan menghukum, dan cukuplah bagi kita memberikan peringatan dan nasehat. Semoga…

Sumber: jaiman1.wordpress.com

Tim Sukses Pemilu Presiden Bergaya Fir'aun

Musim kampanye Pemilu Presiden telah membuat tim sukses masing-masing pasangan calon berlaku takabur. Dukungan terhadap calon menyebabkan mata, telinga dan hati mereka tertutup. Mereka buta, tuli dan bebal dari segala informasi dan kebenaran. Inilah satu hal yang sangat saya khawatirkan. Karena hatinya bebal, mata dan telinganya tertutup dan menghalangi kebenaran yang hakiki.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan terhadap TV swasta Rabu 27 Mei 2009, tim sukses Mega-Prabowo, Permadi mengeluarkan statement yang sangat congkak. Saking angkuhnya statement-nya, saya menilai dia adalah orang pandir dan tolol yang mencoba meyakini orang lain padahal tidak ada ilmunya sama sekali. “Presiden harus kaya, karena kalau presiden miskin pasti akan korupsi, ya… pasti korupsi”. Mendengar ucapan ini hati saya bergetar. Seolah menyaksikan Fir’aun yang menyombongkan diri dihadapan Nabi Musa AS. Siapa Permadi, hingga mengucapkan kata-kata sesombong itu?

Saya tidak hendak menjelekkan atau menghina individu tersebut. Permadi sama dengan kita, yaitu manusia biasa yang terbatas, sangat terbatas. Pengetahuannya sangat sempit, hartanya juga sedikit, kekuatan fisik juga makin lemah karena tua rentah. Pada dasarnya Permadi adalah manusia biasa sama dengan kita-kita. Apakah dia istimewa? Tidak juga. Mengapa dia melontarkan kata-kata yang sangat congkak, seolah dirinya Tuhan yang tahu persis keadaan yang akan datang? itulah manusia yang terbatas ilmunya alias bodoh. Sama dengan bunyi pepatah tong kosong berbunyi nyaring

Kalau sekiranya ucapan ini dilakukan dengan kesadaran penuh, saya berharap dia segera bertaubat dan memohon ampunan kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Tetapi kalau perkataan itu diucapkan dengan kesadaran penuh, maka biarlah Tuhan yang akan menghukum, dan cukuplah bagi kita memberikan peringatan dan nasehat. Semoga…

Sumber: jaiman1.wordpress.com

Pengaduan pemilu via SMS

Bawaslu buka layanan pengaduan DPS (Daftar Pemilih Sementara) Pilpres melalui SMS. Layanan pengaduan SMS ini diluncurkan guna mempercepat penanganan pengaduan dari pemilih yang belum tercantum di DPS.

Untuk mendaftarkan aduan, pemilih bisa langsung mengirim SMS dengan format:

DAF#NAMA#UMUR#ALAMAT#
KABUPATEN/KOTA#

cth: DAF#PAIJO#45#PUHPELEM#WONOGIRI#

Kirim ke:

08119880800

Setelah pesan masuk, SMS Centre Bawaslu akan melakukan konfirmasi dan memandu pengirim pesan untuk melaporkan aduannya.

Pengaduan yang dikirim masyarakat, selanjutnya akan diproses oleh SMS Centre Bawaslu. Semua SMS pengaduan seputar DPS yang masuk nantinya akan diteruskan oleh SMS Centre Bawaslu kepada anggota Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota, sesuai dengan alamat asal pengirim.

Layanan pengaduan SMS dari Bawaslu ini nantinya juga akan difungsikan untuk menampung berbagai pengaduan terkait pelanggaran kampanye Pilpres.